Jakarta,(RadarAruNews.com)- Komando Resimen Mahasiswa Indonesia (KOMENWA Indonesia) terus melakukan inovasi dalam memperkuat komunikasi publik dan membangun ruang dialog kebangsaan yang relevan dengan perkembangan generasi muda di era digital.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi strategis antara Bung Jefri Tuwul bersama Panglima Komando Resimen Mahasiswa Indonesia (Pangkomenwa Indonesia) Prof. Dr. Capt. H. Datep Purwa Saputra, S.Sos., S.H., M.H., M.M., M.B.A., Julius Yudha Halim, S.E., M.M.Tr., Ketum YBT selaku Dewan Kehormatan Komenwa Indonwaia serta jajaran pengurus KOMENWA Indonesia.
Pertemuan tersebut membahas berbagai program strategis KOMENWA Indonesia ke depan, khususnya penguatan komunikasi publik melalui media digital.
Salah satu gagasan utama yang dibahas adalah lahirnya PODCAST KOMENWA INDONESIA TALK BELA NEGARA, sebuah platform komunikasi dan dialog yang dalam waktu dekat akan diluncurkan di Jakarta Pusat.
Ruang Dialog Bela Negara untuk Generasi Muda
Pangkomenwa Indonesia Prof. Dr. Capt. H. Datep Purwa Saputra menilai kehadiran podcast menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang lebih dekat, terbuka dan konstruktif dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan sebagai sarana positif untuk menyampaikan gagasan kebangsaan sekaligus memperkuat kesadaran bela negara.
“Podcast ini perlu ada sebagai sarana komunikasi ke depannya. Kita membutuhkan ruang dialog yang dapat menjangkau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membahas bela negara dan berbagai persoalan strategis bangsa,” ujar Pangkomenwa Indonesia.
Melalui PODCAST KOMENWA INDONESIA TALK BELA NEGARA, berbagai tema strategis akan dibahas secara edukatif dan konstruktif, mulai dari bela negara, kepemudaan, kepemimpinan, nasionalisme, pendidikan, persatuan dan kesatuan, ketahanan nasional, wawasan kebangsaan, sosial kemasyarakatan hingga tantangan generasi menuju Indonesia Emas 2045.P
Bung Jefri Tuwul Ketum YCTNE Diberi Kepercayaan
Dalam diskusi tersebut, Bung Jefri Tuwul diberikan kepercayaan dan tanggung jawab untuk mengelola PODCAST KOMENWA INDONESIA TALK BELA NEGARA.
Kepercayaan tersebut menjadi bagian dari langkah KOMENWA Indonesia dalam membangun pola komunikasi publik yang lebih modern, kreatif dan adaptif terhadap perkembangan media digital.
Bung Jefri Tuwul Ketum YCTNE menyampaikan bahwa podcast tersebut tidak hanya diarahkan sebagai program media, tetapi sebagai wadah membangun gagasan, edukasi dan komunikasi kebangsaan.
«“Kami ingin Podcast KOMENWA Indonesia Talk Bela Negara menjadi ruang dialog yang memberikan edukasi, inspirasi dan perspektif baru bagi masyarakat. Kami ingin menghadirkan narasumber yang kompeten dan membicarakan berbagai persoalan bangsa secara konstruktif, objektif dan solutif,” ungkap Bung Jefri Tuwul.»
Menurutnya, bela negara di era modern memiliki makna yang luas. Generasi muda dapat berkontribusi melalui pendidikan, prestasi, kepemimpinan, pengabdian sosial, menjaga persatuan, menggunakan media digital secara bertanggung jawab serta memberikan karya terbaik bagi bangsa.
Dari KOMENWA untuk Generasi Emas Indonesia
Kehadiran PODCAST KOMENWA INDONESIA TALK BELA NEGARA diharapkan menjadi salah satu kanal komunikasi yang mampu mempertemukan berbagai pemikiran dan pengalaman lintas generasi.
Podcast ini akan membuka ruang bagi tokoh nasional, akademisi, praktisi, purnawirawan, unsur TNI/Polri, tokoh pemuda, mahasiswa, aktivis sosial, pelaku pendidikan serta berbagai elemen masyarakat untuk berbagi gagasan mengenai masa depan Indonesia.
Dengan pendekatan komunikasi yang lebih ringan namun tetap berbobot, podcast tersebut diharapkan mampu menjadikan isu bela negara lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.
Segera Launching di Jakarta Pusat
PODCAST KOMENWA INDONESIA TALK BELA NEGARA direncanakan segera melakukan launching di Jakarta Pusat.
Launching tersebut menjadi momentum awal bagi KOMENWA Indonesia untuk menghadirkan sebuah ruang komunikasi publik yang mengedepankan wawasan kebangsaan, nasionalisme, edukasi, kepemudaan dan bela negara.
Kehadiran podcast ini sekaligus menjadi bagian dari semangat membangun generasi yang memiliki karakter kuat, berintegritas, berwawasan kebangsaan dan siap mengambil bagian dalam perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
(RAN).


Social Footer