Dobo,(RadarAruNews.com)-Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, memberikan peringatan keras saat melantik 239 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Ia meminta jangan ada lagi pegawai yang mangkir setelah dilantik, terutama guru yang bertugas di kampung-kampung.
"Jangan hari ini sudah dilantik lalu besok tidak masuk lagi. Mudah-mudahan lebih ditingkatkan, supaya pemerintah pusat melihat ini dan besok menjadi penuh waktu. Jangan gaji setengah kerja setengah," tegas Kaidel dalam sambutannya.
Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji digelar di Lantai II BPKAD Kepulauan Aru, Selasa (29/9/2026).
Sebanyak 239 orang tersebut merupakan hasil penataan tenaga non-ASN tahun 2024 yang terdiri dari 224 tenaga guru dan 15 tenaga kesehatan.
Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Drs Mohammad Djumpa, Plh Sekda, staf ahli, pimpinan OPD, rohaniawan dan saksi.
Bupati Kaidel menegaskan sumpah/janji PPPK bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara yang berisi keharusan dan larangan bagi setiap ASN.
Menurutnya, seorang ASN tidak hanya sekedar mencari nafkah, tetapi dituntut memahami dan melaksanakan tugas pokok dan fungsi dengan ketekunan, keuletan, integritas dan disiplin tinggi, sejalan dengan visi Pemkab Aru.
Dalam kesempatan itu, Bupati secara blak-blakan menyoroti rendahnya disiplin guru. Berdasarkan kunjungannya ke kampung-kampung, guru ASN justru paling sering tidak berada di tempat tugas.
"Pengalaman yang sekarang kita hadapi, yang paling rajin kalau turun kunjungan di kampung itu guru-guru non-ASN ini yang banyak. Saya ucapkan terima kasih kepada mereka karena paling banyak ditemui di lapangan. Tapi guru-guru ASN ini 90% tidak ada di lapangan. Dan hari ini kita bentuk tim untuk bagaimana disiplin ini bisa ditegakkan," ungkapnya.
Sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian, Kaidel mengeluarkan lima instruksi tegas:
Pertama, seluruh PPPK yang bertugas di kecamatan dan desa harus segera kembali ke tempat tugas. Jangan ada lagi yang bertahan di Kota Dobo. Penegakan disiplin akan segera dilakukan.
Kedua, tingkatkan kompetensi dan bekerja maksimal sesuai tupoksi untuk melayani masyarakat.
Ketiga, jaga kode etik ASN. Tidak mengkonsumsi alkohol, narkoba, tidak terlibat praktik asusila, seks bebas, perjudian, serta hindari KKN.
Keempat, hilangkan paham politik praktis dan sentimen yang memecah belah persatuan. Daerah dan pemerintahan ini adalah milik kita bersama.
Kelima, biasakan pola hidup bersih dan sehat di kantor dan lingkungan masing-masing.
Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan selamat kepada 239 PPPK yang baru dilantik.
Jabatan dan kepercayaan yang telah diamanatkan harus dibarengi dengan kerja keras dan pengabdian yang tulus demi kemajuan daerah tercinta. Semoga Tuhan memberkati kita sekalian," tutupnya.
(H.L).


Social Footer