Breaking News

Aru Masuk Zona Rawan Kebakaran, BPBD Ingatkan Dampak El Nino dan Ancaman Kekeringan

Dobo,(RadarAruNews.com)- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Aru mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman kekurangan air bersih seiring menguatnya fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga awal tahun 2027.

Peringatan tersebut disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Aru, Berthy Imuly, kepada media ini di ruang kerjanya, Kamis (13/8/2026). 

Menurutnya, saat ini Kepulauan Aru sedang berada pada puncak musim kemarau yang umumnya berlangsung sejak April hingga September setiap tahun.

“Berdasarkan data BMKG yang kami terima, tahun ini terjadi fenomena El Nino dan saat ini kategorinya semakin kuat. Dampaknya, musim kemarau diperkirakan berlangsung lebih panjang dan bisa berlanjut hingga awal tahun 2027,” ujar Imuly.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kepulauan Aru. Bahkan, berdasarkan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG Provinsi Maluku pada 12 Agustus 2026, Kepulauan Aru masuk dalam zona merah atau wilayah dengan tingkat kerawanan kebakaran yang sangat tinggi.

“Zona merah berarti wilayah ini sangat mudah terbakar. Karena itu masyarakat harus lebih berhati-hati dan waspada terhadap segala aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran,” kata Imuly.

BPBD Aru mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar, karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat kondisi cuaca sangat kering.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di area kering, padang rumput, maupun kawasan hutan yang rentan terbakar.

“Puntung rokok yang masih menyala bisa menjadi sumber api dan memicu kebakaran yang lebih besar. Kami minta masyarakat lebih peduli dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Dirinya juga mengajak masyarakat untuk segera memadamkan titik-titik api kecil yang ditemukan sebelum meluas menjadi kebakaran besar yang dapat mengancam permukiman, kebun, maupun kawasan hutan.

“Kalau melihat ada api yang belum padam, segera bantu mematikannya atau laporkan kepada pihak terkait. Jangan dibiarkan karena bisa berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” ajak Imuly.

Selain ancaman karhutla, pihaknya juga mengingatkan masyarakat terhadap dampak lain dari musim kemarau panjang, yakni menurunnya ketersediaan air bersih akibat berkurangnya debit air tanah.

Karena menurut Imuly, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kesulitan air bagi masyarakat di sejumlah wilayah apabila tidak diantisipasi sejak dini.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau ini. Gunakan air seperlunya untuk kebutuhan sehari-hari agar persediaan yang ada dapat bertahan lebih lama,” pintahnya berpesan.

(H.L).

Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close