Dobo,(RadarAruNews.com:) SMP Negeri 1 Dobo melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 selama lima hari, mulai 7-11 Juli 2026 dengan mengusung tema "Lingkungan Sekolah yang Aman, Nyaman, Menyenangkan, dan Berkarakter".
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan ketentuan Permendiknas Nomor 12 Tahun 2026 tentang pelaksanaan MPLS Ramah.
Pembukaan MPLS berlangsung pada Selasa (7/7/2026) di halaman SMP Negeri 1 Dobo dan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Aru, Laban Kailey.
Selama lima hari, peserta didik baru akan mendapatkan berbagai materi yang berfokus pada pembentukan karakter, penguatan budaya sekolah, serta pencegahan kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan.
Kepala SMP Negeri 1 Dobo, Tobias Galagoi, S.Pd., mengatakan pelaksanaan MPLS tahun ini mengalami sejumlah perubahan dibanding tahun-tahun sebelumnya karena mengacu pada regulasi terbaru yang menekankan pendekatan ramah anak.
"Pelaksanaan MPLS berlangsung selama lima hari sesuai Permendiknas Nomor 12 Tahun 2026. Seluruh kegiatan dirancang agar ramah, bebas bullying, bebas kekerasan, dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta didik baru," ujarnya.
Ia menjelaskan, selama MPLS siswa memperoleh sejumlah materi wajib, di antaranya Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Senam Pagi Ceria, budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), Gerakan Indonesia Asri yang menanamkan nilai aman, sehat, dan indah, serta penguatan sikap hidup rukun dan saling menghargai antarsesama teman.
Menurutnya, materi-materi tersebut tidak hanya disampaikan oleh guru, tetapi juga melibatkan berbagai pihak sebagai mitra sekolah agar peserta didik memperoleh pemahaman yang lebih luas.
Salah satu mitra yang terlibat adalah Tim PKK Kabupaten Kepulauan Aru bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) yang memberikan edukasi mengenai sekolah ramah anak, pencegahan perundungan, serta pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman tanpa kekerasan.
"Orang tua juga perlu memahami bahwa pelaksanaan MPLS sekarang memiliki dasar hukum yang jelas. Mereka harus mengetahui tujuan MPLS bukan lagi sebagai ajang perploncoan, tetapi menjadi proses pembentukan karakter dan adaptasi peserta didik di lingkungan sekolah," jelas Kepsek SMPN 1 Dobo.
Ditambahkan pula bahwa puncak kegiatan MPLS dilaksanakan pada hari kelima melalui unjuk karya peserta didik. Dalam kegiatan tersebut, siswa baru menampilkan berbagai bakat dan kreativitas, mulai dari tari, menyanyi, pidato, pembacaan puisi hingga berbagai penampilan lainnya yang dipersiapkan secara mandiri.
Galagoi juga menyampaikan kegiatan unjuk karya menjadi wadah bagi peserta didik untuk membangun rasa percaya diri sekaligus menunjukkan potensi yang dimiliki sejak awal memasuki jenjang pendidikan di SMP.
Usai pelaksanaan MPLS, sekolah akan melanjutkan tahapan pasca-MPLS, termasuk evaluasi pelaksanaan program dan penyampaian laporan kepada orang tua mengenai proses adaptasi peserta didik.
Melalui pelaksanaan MPLS Ramah Tahun 2026, Kepsek Galagoi berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan sekolah, memiliki karakter yang kuat, menjunjung tinggi sikap saling menghormati, serta tumbuh menjadi generasi yang berprestasi dalam suasana belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.
(H.L).


Social Footer