Breaking News

Satgas Ops Trisila Bagi Bansos di Tengah Laut

Dobo,(RadarAruNews.com)-Satuan tugas Ops Trisila-26 lakukan aksi pembagian bantuan sosial (Bansos) bagi nelayan pesisir di tengah laut.
Pembagian bansos bagi nelayan pesisir, Rabu (4/3) menggunakan KRI 874 dan dipimpin Wndansat Trisila, Kolonel Laut (p) Son Hariyoko, M.Tr.Hanla.,M.M di dampingi Komendan KRI Dorang, Letkol Laut (p), Eko Hadi S, Komendan KRI Bolongan, Letkol Laut (p), Wida AP, DanLanal Aru, Letkol Laut (P) Sriadi.
Selain itu, turut hadir dalam kegiatan ini yakni Pasops Satgas Mayor Laut (P) Army Provytama, serta perwira staf dari Lanal Aru dan KRI Dorang-874.
Wadan Satgas Ops Trisila-26  menjelaskan operasi ini diselenggarakan dalam tiga tahap di bawah naungan Koarmada RI. Saat ini, tahap pertama sedang berlangsung di wilayah kerja Koarmada III.
"Selain menjaga kedaulatan negara dan penegakan hukum dari pelanggaran di laut, kami juga melaksanakan pembinaan potensi maritim di setiap wilayah yang kami singgahi, Seperti saat ini di Dobo, kami merangkul masyarakat pesisir melalui bakti sosial," jelasnya.
Sementara itu, DanLanal Aru, Letkol Laut (P) Sriadi, S.E., M.Tr.Opsla, menegaskan bahwa kehadiran TNI AL di wilayah perbatasan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga kemanusiaan.
"Kita, Lanal Aru mendukung penuh Operasi Trisila-26 ini, selain pengamanan laut, kami fokus pada pembinaan potensi maritim. Pemberian sembako ini bertujuan meringankan beban saudara-saudara kita para nelayan pesisir yang hasil tangkapannya tidak menentu," ungkapnya.
Dikatakan, Ini adalah bukti nyata kehadiran TNI AL peduli dan hadir untuk masyarakat, khususnya di Kepulauan Aru.
Kehadiran Ibu Ketua Jalasenastri Cabang 4, Ny. Ema Sriadi, beserta jajaran pengurus Jalasenastri menambah suasana hangat dalam interaksi dengan warga binaan maritim tersebut.
Sementara berdasarkan pantauan RadarAruNews, tepatnya di atas KRI. Dorang, proses pembagian sembako dari atas kapal kepada nelayan pesisir sekitar pukul 14.00 wit.
Selain itu, terlihat puluhan longboat, Ketinting maupun motor kayu (motor tempel) berbondong-bondong menuju ke badan KRI Dorang.
Bahkan dengan cuaca yang bergelombang, puluhan longboat, Ketinting maupun motor kayu tetap saling berdempetan (rambangan) saling ikat satu dengan lainnya sehingga memudahkan mereka mendapat pembagian sembako.
Usai menerima sembako tak lupa mereka para nelayan meneriakkan ucapan terima kasih kepada angkatan laut

(H.L).

Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close