Breaking News

Djabumir : Sekolah Rakyat Dibangun Bulan Oktober, Mensos Rencana Peletakan Batu Pertama.

Dobo,(RadarAruNews.com) : Sekolah Rakyat segera didirikan Pemerintah di Kepulauan Aru, Maluku, sebagaimana telah terjalinnya komitmen percepatan pembangunan antara Kementerian Sosial bersama Bupati Timotus Kaidel.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Aru Rizal Djabumir, S.H.,  M.Kn., saat di konfirmasi Info Maluku mengatakan, Pembangunan Sekolah Rakyat di Kepulauan Aru akan berlangsung bulan Oktober 2026,  karena Aru masuk Tahap 2.

Menurut Djabumir, Dirinya selaku Anggota DPRD bersama Wakil Bupati Moh Djumpa telah berkomunikasi dengan Menteri Sosial Gus Ipul  untuk turun ke Aru dalam rangka peletekan Batu Pertama.

" Ya kemarin Beta dengan pak Wakil telah komunikasi dengan pak Mensos untuk datang ke Aru meletakan batu pertama dimulainya pembangunan Sekolah Rakyat" kata Rizal Djabumir,  Sabtu( 7/02/2026)

Lanjutnya,  Kita telah  bikin komitmen untuk  percepat penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Kita senang sekali kalau sekolah rakyat segera di bangun untuk dapat membantu masyarakat yang kurang mampu dalam menyekolahkan anak - anak mereka.

Sementara itu Menteri Sosial RI  Gus Ipul (seperti di kutip media Antara) mengatakan, Kementerian Sosial mengkonfirmasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru merupakan salah satu dari delapan daerah yang mengusulkan dan siap mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat demi memperluas akses pendidikan bagi anak-anak keluarga ekonomi rendah di daerah Kepulauan Aru.

Adapun daerah lain yang mengusulkan adalah Kabupaten Aceh Jaya di Aceh, Padang Lawas Utara di Sumatera Utara, Halmahera Tengah di Maluku Utara, Kabupaten Sanggau di Kalimantan Barat, Tegal di Jawa Tengah, Kutai Timur di Kalimantan Timur, dan Tabalong di Kalimantan Selatan.

"Kami menyambut baik antusiasme delapan kepala daerah untuk menyelenggarakan Sekolah Rakyat di wilayah masing-masing," kata Saifullah.

Mensos Gus Ipul berharap para bupati dan wali kota menyelesaikan beberapa ketentuan agar pembangunan bisa cepat dilakukan. Salah satunya adalah memastikan status lahan yang diusulkan sebagai lokasi gedung Sekolah Rakyat adalah milik pemerintah daerah bukan tanah sengketa.

Sebagaimana yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru yang menyiapkan lahan seluas 7,6 hektare di Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru.

"Selama memenuhi syarat, kita bisa cepat untuk menyelenggarakan sekolah yang permanen. Oleh karena itu, semakin cepat tanah ada, semakin cepat dibangun, semakin cepat masyarakat merasakan hadirnya Sekolah Rakyat," ujarnya.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1–4) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program ini dirancang sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu karena memadukan berbagai program unggulan pemerintah seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah bagi keluarga siswa penerima manfaat.

(H.L)

Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close