Breaking News

Tunggakan Uang Semester Puluhan Mahasiswa STIKES PASAPUA Ambon Asal Aru Terancam Diberhentikan. HMI Dan GMKI Kembali Turun Jalan.

Dobo,-(RadarAruNews), Kebijakan STIKES Pasapua Ambon memulangkan Puluhan Mahasiswa asal Kabupaten Kepulauan Aru akibat tunggakan biaya semester mendapat reaksi keras dari sejumlah mahasiswa.

Mereka yang di pulangkan terdiri dari Mahasiswa Kebidanan, Keperawatan dan Ners. Akibatnya kurang lebih 84 Orang mahasiswa tersebut terancam tidak akan wisudah.

Untuk merespons hal tersebut sekitar puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Dobo, dan Mahasiswa STIKES Pasapua kembali menggelar demonstrasi yang ke tiga kali di depan Kantor DPRD Aru, Selasa (19/8/2025). Aksi berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIT, dengan pengawalan ketat aparat Polres Aru.

Massa aksi membawa spanduk berisi tuntutan agar Pemerintah Daerah dan DPRD segera menyelesaikan persoalan pembayaran kuliah mahasiswa Aru di Kampus Pasapua. Selain itu masa aksi juga menuntut DPRD Aru untuk membentuk Pansus pengusutan Anggaran Beasiswa dan pemanggilan mantan Bupati dr Johan Gonga untuk mempertanggungjawabkan Anggaran tersebut.

Koordinator aksi, Hamja Kaidel, Sekretaris HMI Cabang Aru, menegaskan bahwa Pemda Aru telah mengalokasikan anggaran pendidikan bagi mahasiswa asal Aru pada 2023–2024.

“Anggaran itu sudah disepakati Pemda dengan pihak kampus. Tapi kenyataannya, mahasiswa tetap dipulangkan karena tunggakan semester belum dibayarkan,” ujar Hamja di depan gedung DPRD.

Ia meminta DPRD menggunakan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah, khususnya bupati, terkait anggaran pendidikan tersebut.

Senada, Ketua GMKI Cabang Dobo, Marko Karelauw, mendesak DPRD segera mengambil langkah konkrit. Jika aspirasi mahasiswa diabaikan, ia mengancam akan melibatkan tokoh adat.

“Bila persoalan ini tidak segera direspons, kami akan turunkan tua-tua adat untuk melakukan sasi atau pemboikotan kantor DPRD,” tegas Karelau

Perwakilan Mahasiswa diterima oleh Ketua dan Anggota DPRD Aru, namun hingga siang belum ada kesepakatan atau solusi yang dihasilkan.

Massa kemudian memilih duduk di depan gedung DPRD sambil menunggu langkah – langkah konkret yang di tempuh oleh anggota DPRD Aru.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua DPRD Aru dan Anggota DPRD belum memberikan keterangan resmi.

Pantauan media ini masa aksi meluapkan emosi mereka dengan membuat api di depan kantor DPRD Aru, selanjutnya masa minum kopi dan makan Papeda bungkus di halaman kantor DPRD sambil menunggu keputusan dari pihak Anggota DPRD dengan solusi yang baik untuk menyelesaikan biaya studi sampai Wisuda.

Hingga berita ini terbit belum ada solusi yang baik untuk menyelesaikan masalah tersebut dan HMI dan GMKI serta perwakilan mahasiswa STIKES PASAPUA berjanji akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa lebih besar dengan melibatkan tokoh adat untuk sasi kantor DPRD jika persoalan tunggakan biaya kuliah mahasiswa Aru ini tidak segera diselesaikan. 

( H.L)

Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close